![]() |
Kemenangan mendebarkan baru saja diraih oleh Timnas Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Skuad La Albiceleste dipaksa memeras keringat lebih deras untuk menundukkan perlawanan sengit wakil Afrika, Cape Verde, dengan skor tipis 3-2.- (Foto : Istimewa) |
BALANGANPOST - Kemenangan mendebarkan baru saja diraih oleh Timnas Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Skuad La Albiceleste dipaksa memeras keringat lebih deras untuk menundukkan perlawanan sengit wakil Afrika, Cape Verde, dengan skor tipis 3-2.
Alih-alih mengunci kemenangan di waktu normal, Lionel Messi dan kawan-kawan harus rela ditahan imbang 1-1 dalam 90 menit jalannya laga. Memasuki babak tambahan waktu (extra time), daya juang Cape Verde justru semakin meledak. Kedudukan bahkan sempat sama kuat 2-2, sebelum akhirnya Argentina berhasil mencuri gol penentu kemenangan di menit-menit krusial.
Menanggapi kemenangan yang diraih dengan susah payah ini, sang kapten, Lionel Messi, buka suara. Ia menyebut bahwa kunci keunggulan Argentina kali ini terletak pada dominasi bola udara.
"Kami punya sundulan baik, dan pemain hebat dalam duel udara. Hari ini kami bisa memanfaatkan keuntungan dari situasi itu. Kami sudah memerhatikan hal ini dalam situasi menyerang dan bertahan. Dalam kompetisi ini, hal itu penting," kata Messi membeberkan strateginya.
Taktik Menekan yang Berantakan
Meski menang, megabintang Argentina itu tidak menutup mata terhadap rentetan evaluasi di tubuh timnya. Messi secara jujur mengakui bahwa skema pressing yang diterapkan tidak berjalan mulus, sehingga memberikan celah bagi pemain lawan untuk mengembangkan permainan dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.
"Kami tidak bisa menekan mereka dengan baik, terkadang garis kami terlalu jauh dan bek tengah lepas dari titik pertahanan mereka," ujarnya.
Penampilan impresif Cape Verde di laga ini yang terbukti dari torehan lima shots on target dari 15 kali percobaan tembakan nyatanya tidak terlalu mengejutkan bagi Messi. Ia menyoroti rekam jejak mentereng tim kuda hitam Afrika tersebut yang sukses merepotkan tim-tim raksasa lainnya.
"Kami tahu ini akan jadi pertandingan sulit. Ini sekaligus jadi jawaban mereka tidak kalah lawan Spanyol dan Uruguay. Kami melakukan pekerjaan paling sulit ketika mencetak gol lebih dulu dan berpikir sudah menguasai ritme," ucap Messi mengapresiasi kualitas sang lawan.
Lebih lanjut, Messi menyoroti kelengahan fatal yang sempat terjadi di kubu La Albiceleste sesaat setelah mereka berhasil mencetak gol pembuka. Kesalahan dalam mengontrol ritme inilah yang nyaris menjadi petaka bagi kampiun dunia tersebut.
"Tapi ternyata itu salah. Kami kalah penguasaan bola, kami dikendalikan, dan kami tidak efektif dalam menekan," ia menambahkan.(BP/ADM)
.jpeg)

Mantap
BalasHapus