Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, bersama perwakilan pihak SKB Balangan, serta turut disaksikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, menjelaskan bahwa fokus utama dari kerja sama ini adalah untuk mengintegrasikan pendidikan kebencanaan ke dalam program pendidikan nonformal dan informal di Kabupaten Balangan.
"MoU ini khusus dalam bidang edukasi kebencanaan, seperti nantinya penyusunan modul danpelaksanaan pelatihan kebencanaan bagi peserta didik SKB. Kemudian pelaksanaan program yang ada di BPBD Balangan seperti Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), simulasi, serta program lainnya," ungkap Rahmi.
Pemilihan SKB sebagai mitra dinilai sebagai langkah yang sangat strategis. Sebagai lembaga pendidikan luar sekolah, SKB memiliki jaringan yang luas hingga ke pelosok desa, sehingga diyakini efektif untuk memperluas jangkauan literasi bencana.
"Kolaborasi ini penting untuk membangun budaya sadar bencana sejak dini. SKB punya peserta didik dari berbagai usia, mulai anak putus sekolah, kejar paket, hingga komunitas belajar masyarakat. Melalui MoU ini, materi kesiapsiagaan, evakuasi mandiri, dan mitigasi bencana akan dimasukkan ke dalam kurikulum SKB," jelasnya lebih lanjut.
Melalui kesepakatan ini, BPBD Balangan menaruh harapan besar agar para warga belajar dapat dibekali dengan pengetahuan praktis yang mampu menyelamatkan nyawa saat kondisi darurat. Hal tersebut dinilai sejalan dengan visi pendidikan sepanjang hayat yang berkarakter.
"Dengan kerja sama ini, BPBD Balangan optimistis literasi kebencanaan dapat menyasar kelompok masyarakat yang selama ini belum terjangkau program formal," tutup Rahmi.

