![]() |
BALANGANPOST – Yayasan Sapta Bakti Pendidikan (YSBP) mengambil langkah tegas untuk menghentikan polemik dan meluruskan benang kusut terkait isu miring pelaksanaan Program 1000 Sarjana di Universitas Sapta Mandiri (Univsm). Pihak yayasan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan klarifikasi secara terbuka di Kampus Univsm Haur Batu Kabupaten Balangan, guna membedah satu per satu tudingan tak berdasar yang sempat viral di ruang publik, Senin (21/09/2026).
Rakor ini secara khusus memanggil dan meminta pertanggungjawaban langsung dari oknum dosen tetap Univsm, Muhammad Rais Arifin, yang sebelumnya bertindak sebagai narasumber penyebar isu liar di berbagai media online dan media sosial.
Ketua YSBP, Enrico Vadqi Maulana, menegaskan bahwa pemanggilan dan klarifikasi ini sangat mendesak agar publik tidak disesatkan oleh informasi yang cacat fakta.
"Kami merasa perlu melakukan klarifikasi atas beberapa pemberitaan yang beredar di media online maupun media sosial sehingga perlu diluruskan. Rakor juga sekaligus meminta penjelasan langsung dari tenaga dosen yang menjadi narasumber dalam pemberitaan tersebut," kata Enrico.
Dalam forum tersebut, kebenaran akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil rakor, seluruh tudingan yang sempat dilontarkan terbukti tidak sesuai dengan fakta lapangan, baik dari segi isi, kondisi, maupun validitas data.
Salah satu isu paling fatal yang diluruskan adalah narasi yang menyebutkan bahwa Univsm menerima kucuran dana segar sebesar Rp27 miliar per semester dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan. Enrico secara gamblang membantah hal tersebut. Anggaran Rp27 miliar itu sejatinya adalah total keseluruhan dana untuk seluruh institusi perguruan tinggi yang bermitra dengan Pemkab Balangan dalam Program 1000 Sarjana, bukan dikuasai secara eksklusif oleh Univsm.
Tudingan miris mengenai ratusan dosen yang gajinya tidak dibayarkan selama lima bulan dan hanya menerima Rp5 juta per bulan juga diakui sebagai kebohongan. Sang dosen penyebar isu, Muhammad Rais Arifin, akhirnya mengakui bahwa informasi yang ia hembuskan ke publik itu sama sekali tidak benar dan ia tidak mengetahui rincian anggaran yang sebenarnya.
Di hadapan pengurus yayasan, Rais tertunduk dan menyampaikan permohonan maaf terbuka secara tertulis atas kegaduhan yang telah ia ciptakan.
"Saya menyatakan permohonan maaf dengan tulus atas pernyataan saya saat diwawancarai wartawan dan kemudian dimuat di beberapa media online. Pernyataan saya saat itu tidak memiliki bukti," ujarnya.
Ia pun mengikat komitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya dan bersedia menerima sanksi tegas jika kembali bermanuver menyebarkan informasi tanpa bukti di kemudian hari.
YSBP juga menangkis tudingan miring seputar aset-aset di sekitar kampus seperti bangunan rumah, kendaraan, dan properti lainnya yang difitnah dibeli menggunakan dana Program 1000 Sarjana. Yayasan membeberkan bukti faktual bahwa seluruh aset tersebut telah dibeli pada tahun 2023, jauh sebelum Program 1000 Sarjana digulirkan pada tahun 2024.
Terkait fasilitas perkuliahan yang sempat dicap buruk, pihak kampus membuktikan bahwa mahasiswa telah menerima fasilitas belajar yang sangat layak. Ruang kelas telah dilengkapi pendingin udara (AC), penerangan yang optimal, serta perangkat proyektor standar pendidikan.
Rais yang sebelumnya meremehkan fasilitas tersebut pun menarik kembali ucapannya usai disodorkan bukti oleh yayasan.
"Harga proyektor pun bukan seperti yang diberitakan hanya bernilai sekitar Rp300 ribu, namun memiliki nilai Rp1,5 juta. Pihak yayasan sudah memberikan data-data yang faktual," ungkapnya.
Rektor Univsm, Abdul Hamid, menyambut baik langkah tegas yayasan dalam menetralisir hoaks yang sempat mencoreng nama institusi. Ia memandang insiden ini sebagai tamparan keras sekaligus pembelajaran berharga bagi seluruh civitas akademika agar tidak sembrono dalam bersuara.
"Semoga ini jadi pelajaran berharga untuk kita semua agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kalau tidak didukung bukti, karena dapat merugikan diri sendiri dan pihak lain," kata Abdul Hamid.
Rektor kembali menekankan bahwa Univsm memegang teguh komitmen untuk menjalankan amanah Program 1000 Sarjana dengan integritas tinggi demi mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) Balangan yang berkualitas dan berdaya saing.
Rangkaian rakor yang menegangkan tersebut akhirnya ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Perkara (BAP) oleh Ketua YSBP Enrico Vadqi Maulana selaku pihak pertama, dan Muhammad Rais Arifin sebagai pihak kedua, dengan disaksikan langsung oleh Rektor Univsm Abdul Hamid.
.jpeg)
