![]() |
| Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Al Akbar Balangan dihadiri Wabup Akhmad Fauzi dan penceramah KH Abdul Hadi Arsyad, Kamis (20/8/2026).-Foto : Istimewa |
BALANGANPOST – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan di Masjid Al Akbar Balangan, Kecamatan Paringin Selatan, pada Kamis (20/8/2026), menjadi momentum berharga bagi Pemerintah Kabupaten Balangan. Melalui acara religius ini, pemerintah daerah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW sekaligus mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Acara diawali dengan pembacaan syair maulid, dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, serta ditutup dengan doa bersama. Puncak acara diisi dengan siraman rohani berupa ceramah agama yang disampaikan secara langsung oleh Pengasuh Majelis Taklim Al Hadi Arsyad Martapura, KH Abdul Hadi Arsyad.
Dalam penyampaian tausiahnya, KH Abdul Hadi Arsyad mengajak seluruh jemaah yang berhadir untuk terus berupaya memperbaiki diri dan mengamalkan ajaran Rasulullah SAW dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Ia juga mengingatkan kembali tentang pentingnya memperbanyak selawat. Hal itu menurutnya merupakan wujud nyata kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus sebagai ikhtiar dalam mengharapkan syafaat beliau pada hari kiamat kelak.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi. Ia menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan di banua ini pada hakikatnya merupakan sebuah ungkapan kegembiraan, rasa syukur, serta kecintaan yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW.
"Pemkab Balangan selalu mengapresiasi, kegiatan-kegiatan kemasyarakatan maupun keagamaan yang sekaligus berfungsi memelihara kelestarian tradisi-tradisi yang bernilai positif, termasuk maulid seperti yang sudah turun-temurun berjalan di banua kita," ujarnya.
Lebih lanjut, menurut Akhmad Fauzi, esensi dari peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya hanya berhenti pada kegiatan seremonial semata. Peringatan ini harus menjadi pengingat pengingat yang kuat bagi masyarakat untuk benar-benar menerapkan akhlak dan ajaran Rasulullah SAW dalam realitas kehidupan.
Nilai-nilai keteladanan tersebut diharapkan dapat tercermin secara nyata dalam peningkatan keimanan, perbaikan etos kerja, dan penanaman rasa tanggung jawab, termasuk bagi para aparatur dalam hal menjalankan pelayanan publik untuk masyarakat luas.

