![]() |
BALANGANPOST, BALANGAN - Nasib tragis menimpa MT (6), bocah lugu asal Mabuun, Tabalong, yang hilang sejak Senin (17/3/2025). Setelah empat hari pencarian, jasadnya yang erbungkus karung ditemukan teronggok di semak belukar Desa Lingsir, Balangan, Jumat (21/3/2025) soresebuah akhir yang memilukan bagi jiwa tak berdosa. Yang lebih mengerikan, pelaku pembunuhan keji ini ternyata EA (31), karyawan bengkel ayah korban yang selama ini tinggal serumah dengan keluarga bocah malang itu!
EA, warga Batu Mandi yang selama ini dianggap "keluarga", tiba-tiba menghilang bersamaan dengan lenyapnya MT. Namun, Jumat pagi (21/3/2025), ia kembali ke rumah korban seolah tak bersalah—sebelum akhirnya dijebak dan diamankan polisi. Dari pengakuan dinginnya, terkuaklah kebenaran yang memicu kemarahan publik: EA mencekik MT hingga tewas hanya karena tidurnya terganggu oleh sang bocah!
“Pelaku mengaku menampar dan mencekik korban di kamarnya sendiri, lalu membungkus jasad dalam karung dan membuangnya ke Balangan menggunakan motor,” ungkap Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J, melalui Kasi Humas Iptu Joko Sutrisno, Sabtu (22/3/2025).
Baca Juga : Duka di Balik Penculikan: Mayat Bocah 6 Tahun Ditemukan Terbungkus Karung di Belakang Masjid
Tim gabungan Polres Tabalong dan Balangan akhirnya menemukan jasad MT di lereng semak Desa Lingsir hanya 3 meter dari jalan raya. Kondisinya begitu mengenaskan tubuh membusuk, kepala nyaris menjadi tengkorak, dan tengkorak pecah akibat kekerasan. Pihak RSUD Badarudin Kasim Maburai bahkan harus melakukan autopsi mendalam untuk mengungkap detail kematiannya.
EA kini mendekam di sel Polres Tabalong, terjerat Pasal 80 Ayat 3 UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. Namun, hukuman seberat apa pun takkan mengembalikan senyum bocah 6 tahun yang direnggut hanya karena ulah sosok terdekat yang semestinya melindunginya.
“Ini peringatan untuk kita semua: kejahatan bisa datang dari orang yang paling tidak kita duga,” pungkas Joko Sutrisno, menyiratkan betapa kelamnya sisi manusia yang tersembunyi di balik topeng keseharian. (MF/BP)

