![]() |
| Prodi D3 Gizi Universitas Sapta Mandiri (Univsm) menggelar Pelatihan Etika Personality dan Table Manner. Bekali mahasiswa soft skill untuk masuk dunia kerja profesional. - Foto : Balanganpost |
BALANGANPOST – Program Studi Diploma III (D3) Gizi Fakultas Kesehatan Universitas Sapta Mandiri (Univsm) mengambil langkah proaktif dalam mempersiapkan para mahasiswanya untuk menghadapi dunia kerja yang kompetitif. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Etika Personality dan Table Manner yang dilangsungkan di Best7 Coffee Lab & Eatery, Selasa (28/7/2026).
Pelatihan ini secara khusus dirancang dengan tujuan utama untuk membekali para mahasiswa dengan standar etika profesional, menumbuhkan kepercayaan diri, serta menanamkan tata krama dalam berbagai kegiatan formal sebagai bekal persiapan sebelum benar-benar memasuki dunia kerja.
Kegiatan pembekalan soft skill tersebut dilaksanakan secara intensif selama dua hari, yakni dari tanggal 28 hingga 29 Juli 2026. Dalam pelaksanaannya, para peserta disuguhkan berbagai materi esensial, mulai dari wawasan pengembangan kepribadian, tata cara etika berkomunikasi yang baik, hingga praktik langsung tata cara bersantap formal (table manner) yang mengacu pada standar profesional.
Rektor Universitas Sapta Mandiri, Abdul Hamid, menegaskan bahwa pada era modern saat ini, penguasaan ilmu pengetahuan semata tidak lagi cukup menjadi modal tunggal bagi lulusan perguruan tinggi. Ia menilai, para mahasiswa mutlak harus dibekali dengan karakter yang kuat, etika, dan kemampuan berinteraksi yang mumpuni dengan lingkungan sekitar.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang akademik, tetapi juga memiliki etika, kepribadian yang baik, serta mampu membawa diri secara profesional di berbagai situasi. Soft skill seperti ini menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan di dunia kerja," ujar Abdul Hamid.
Lebih jauh, ia menaruh harapan besar agar seluruh peserta pelatihan dapat langsung mengimplementasikan ilmu yang didapatkan. Etika dan tata krama tersebut diharapkan bisa diterapkan dalam rutinitas kehidupan sehari-hari, diaplikasikan saat menjalani masa praktik kerja, hingga nanti ketika resmi menyandang status sebagai seorang profesional.
Menurut Abdul Hamid, sebagai garda terdepan calon tenaga kesehatan, mahasiswa D3 Gizi memikul tanggung jawab besar. Mereka dituntut untuk tidak hanya sekadar menguasai kompetensi teknis, tetapi juga harus mampu berkomunikasi dengan luwes, menjunjung tinggi norma dan etika profesi, serta selalu mengedepankan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat luas.
Pelatihan ini menjadi wujud nyata komitmen dari Universitas Sapta Mandiri untuk terus memperkuat kompetensi para lulusannya melalui penyeimbangan antara penguasaan hard skill dan pemantapan soft skill.
.jpeg)
