![]() |
| Pemkab Balangan resmi menetapkan status siaga darurat ancaman kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan mulai 12 Agustus hingga 30 Oktober 2026. - Foto : Istimewa |
Langkah krusial ini ditetapkan melalui rapat koordinasi lintas sektor siaga bencana karhutla dan kekeringan yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan. Rapat tersebut digelar di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan, Paringin Selatan, pada Rabu (12/8/2026).
Menyikapi kondisi alam saat ini, Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, secara khusus mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan proaktif dalam upaya penanggulangan bencana, termasuk langkah pencegahan serta mitigasi.
"Optimalkan mitigasi bencana. Mitigasi perlu langkah konkret dan koordinasi yang terencana, terpadu dan berkesinambungan," tegasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, mengungkapkan bahwa potensi kebakaran lahan di wilayah Balangan saat ini cukup meningkat signifikan. Dari seluruh insiden yang tercatat, telah terjadi 17 kejadian dengan total luas wilayah terbakar mencapai 29,5 hektare yang tersebar di seluruh kecamatan.
"Dengan kita sudah menetapkan status siaga karhutla ini, upaya-upaya dan langkah-langkah penanganan serta pengendalian terhadap karhutla bisa kita tingkatkan lebih intensif lagi," katanya.
Di sisi lain, Kepala Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, menyampaikan bahwa seluruh wilayah Balangan secara umum sudah memasuki periode musim kemarau. Puncak musim kemarau diperkirakan akan melanda pada bulan September dengan durasi sekitar 16 hingga 18 dasarian.
"Jadi dasar itu semoga bisa menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Balangan untuk menentukan langkah-langkah antisipasi penanganan kebakaran hutan itu sendiri," ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi musim kemarau ini diperkirakan akan berlangsung panjang hingga bulan Oktober. Pengaruh fenomena iklim El Nino bahkan diprediksi berlanjut hingga awal tahun 2027, sehingga tingkat curah hujan pada masa awal musim penghujan diprediksi masih sangat sedikit.

