Perwakilan BPBD Balangan, Rudiansyah, menuturkan bahwa kegiatan edukasi ini dirancang khusus untuk membekali generasi muda agar lebih tanggap terhadap situasi darurat.
“Kegiatan yang kita laksanakan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas siswa dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran,” ungkap Rudiansyah di Paringin.
Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para pelajar SMA Negeri 1 Halong yang menunjukkan antusiasme luar biasa selama mengikuti rangkaian kegiatan. Materi yang disampaikan oleh tim BPBD cukup komprehensif, mulai dari pengenalan berbagai jenis alat pemadam, teknik dasar penanggulangan kebakaran, hingga simulasi penggunaan peralatan di lapangan.
Dalam sesi pengenalan alat, para siswa diajarkan fungsi dan cara kerja peralatan tempur milik pemadam kebakaran. Simulasi ini ternyata sukses menarik perhatian dan rasa penasaran para peserta.
“Salah satu yang menjadi perhatian adalah saat kita mengenalkan mesin pompa air portable dan selang pemadam kepada siswa,” jelas Rudiansyah.
Untuk memastikan pemahaman peserta, materi tidak hanya diberikan secara teori. Para siswa diberikan kesempatan langka untuk melihat langsung sekaligus mempraktikkan cara menggunakan mesin pompa dan mengarahkan selang pemadam dengan benar. Tentu saja, seluruh praktik ini dilakukan di bawah bimbingan dan pengawasan ketat dari petugas ahli BPBD Balangan.
Melalui kegiatan lapangan ini, BPBD Balangan berharap dapat menanamkan kesadaran dan insting kesiapsiagaan sejak dini kepada para siswa mengenai pentingnya mencegah dan menghadapi kebakaran.
Ke depannya, BPBD Kabupaten Balangan berkomitmen kuat untuk terus melanjutkan roadshow edukasi serta pelatihan kebencanaan ke berbagai sekolah di penjuru wilayah Balangan. Hal ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam mewujudkan dan memperkuat program Sekolah Tangguh Bencana.

