Kedatangan rombongan BPBD HSU yang dipimpin oleh Kepala Bidang RR, Lisa Arianti, disambut hangat oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Balangan, H. Rahmi, di Ruang Tamu Kalak BPBD setempat. Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran Bidang RR BPBD Balangan beserta tim teknis penyusun Jitupasna.
Kepala Bidang RR BPBD HSU, Lisa Arianti, menuturkan bahwa tujuan kedatangan timnya adalah untuk mengkaji praktik baik yang telah diterapkan di Balangan.
“Kami datang belajar dan sharing. BPBD Balangan sudah berpengalaman menyusun Jitupasna yang komprehensif dan dijadikan dasar pengusulan bantuan pusat. Kami ingin menyerap metode pengumpulan data, analisis kebutuhan, dan teknik penyajiannya,” papar Lisa.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini BPBD HSU belum memiliki dokumen Jitupasna sendiri. Oleh karena itu, ilmu dan referensi dari kunjungan ini diharapkan dapat segera diaplikasikan di wilayah kerjanya. "Kami sangat terbantu sekali, mudahan ke depan kami dapat menerapkannya di BPBD HSU," imbuhnya.
Menanggapi kunjungan tersebut, Kalak BPBD Balangan, H. Rahmi, menyatakan apresiasi dan kesiapannya untuk berbagi pengalaman. Rahmi menegaskan bahwa keberadaan dokumen Jitupasna merupakan elemen vital dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi sebuah daerah yang terdampak bencana.
"Dokumen Jitupasna adalah dokumen kunci untuk percepatan pemulihan pasca bencana. Kalau datanya akurat dan sistematis, peluang bantuan pusat turun lebih besar," tegas Rahmi.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antar-kabupaten di Kalimantan Selatan. "Kami siap mendukung dan berbagi pengalaman agar kabupaten/kota di Kalsel makin kuat dalam aspek Rehabilitasi dan Rekonstruksi,” tambahnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi diskusi teknis secara mendalam, yang dirangkai dengan penyerahan draf percontohan dokumen Jitupasna dari BPBD Balangan kepada BPBD HSU. Kedua belah pihak juga sepakat untuk terus menjalin komunikasi lanjutan, khususnya dalam hal pendampingan penyusunan dokumen apabila sewaktu-waktu terjadi bencana di wilayah Hulu Sungai Utara.

