BALANGANPOST - Dalam upaya memperkuat sistem penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Balangan, perusahaan pertambangan Balangan Coal melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, Kamis (7/5/2026). Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mensinkronkan program kegiatan kebencanaan antara sektor swasta dan pemerintah daerah.
Bertempat di Ruang Tamu Kantor BPBD Balangan, rombongan dari Balangan Coal disambut langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi. Agenda utama pertemuan ini adalah membahas penguatan kolaborasi pentahelix—melibatkan sinergi lintas sektor—dalam hal kesiapsiagaan dan penanganan bencana di Kabupaten Balangan.
Beberapa poin penting yang disepakati untuk disinkronkan meliputi rencana kegiatan ke depan seperti sosialisasi, pelatihan, dan simulasi bencana. Selain itu, dibahas pula dukungan kesiapsiagaan dari Balangan Coal untuk Program Desa Tangguh Bencana (Destana), pelatihan relawan desa, serta bantuan sarana dan prasarana kebencanaan. Hal tersebut nantinya akan diselaraskan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) Balangan Coal tahun 2026 yang mengacu pada Rencana Penanggulangan Bencana BPBD.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan komitmen yang ditunjukkan oleh Balangan Coal.
“Sinergi dengan dunia usaha sangat penting. Balangan memang rawan dengan bencana, dengan dukungan program CSR dari Balangan Coal, penanganan kebencanaan semakin terbantu," ujar Rahmi.
Lebih lanjut, Rahmi menilai perusahaan tersebut terus menunjukkan komitmen nyata dalam membangun ketangguhan daerah dalam menghadapi potensi bencana.
“Balangan Coal selalu mendukung pemerintah dalam penanggulangan bencana. Adanya koordinasi ini agar program kedua belah pihak dapat bersinergi, tepat sasaran, dan selaras dengan kebutuhan penanggulangan bencana,” tambahnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan bersama untuk segera menyusun program kerja dan merumuskan rencana aksi kolaboratif yang akan dieksekusi sepanjang tahun 2026. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalisasi dampak bencana serta meningkatkan kapasitas masyarakat di kawasan rawan bencana Kabupaten Balangan.

