BALANGANPOST – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Balangan menggelar Focus Group Discussion(FGD) bertajuk "Sinergi dan Strategi Pembinaan Olahraga dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah". Acara ini berlangsung di Ar-Raudah Hotel Syariah, Paringin, pada Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen pemangku kepentingan olahraga di Kabupaten Balangan, termasuk jajaran pengurus, pemerintah daerah, hingga mitra strategis seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat.
Ketua Umum KONI Kabupaten Balangan, Muhammad Fuad Ridha, menyampaikan bahwa pelaksanaan FGD ini merupakan langkah krusial di awal masa kepengurusan baru untuk melanjutkan tongkat estafet pembinaan olahraga di "Bumi Sanggam".
"Kami menganggap FGD ini adalah langkah awal kami menjaring dan menyaring konsep-konsep pembinaan olahraga di Kabupaten Balangan. Kita berharap nanti akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi terbaik untuk kita sinergikan kepada semua pemegang otoritas," ungkap Fuad di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Fuad menegaskan bahwa rumusan dari hasil diskusi ini akan dijadikan acuan utama dalam menyusun langkah-langkah strategis dan kebijakan pembinaan olahraga daerah ke depannya.
Menariknya, FGD ini tidak hanya membahas strategi untuk olahraga prestasi reguler, tetapi juga menaruh perhatian serius pada pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas.
Selama ini, masih ada stigma di sebagian masyarakat yang menganggap olahraga disabilitas sekadar rekreasi, padahal memiliki target dan porsi prestasi yang sama dengan olahraga reguler.
Dalam wawancara tersebut, Dr. Ferry, MM. RS selaku Pembina Natinonal Paralympic Committee Kabupaten Balangan menekankan bahwa penanganan atlet disabilitas memerlukan perhatian yang jauh lebih komprehensif.
"Untuk atlet disabilitas, ketika kita mewajibkan mereka latihan, kita harus memikirkan semuanya. Mulai dari akomodasinya, konsumsinya, hingga tempat latihan yang aksesibel. Tidak mungkin misalnya atlet disabilitas dari Halong disuruh latihan ke Paringin tanpa memikirkan transportasinya yang sangat sulit," jelasnya kepada wartawan Balanganpost.
Sebagai solusi jangka pendek atas keterbatasan sarana prasarana yang ramah disabilitas di daerah, pihak pengurus selama ini menerapkan sistem sentralisasi ke tingkat provinsi.
"Jika kita tidak mampu (memfasilitasi) di Balangan karena masalah sarana tadi, kami kirim ke provinsi dan kami biayai penuh," tambahnya.
Melalui sinergi yang terbangun dalam FGD ini, KONI Kabupaten Balangan berharap seluruh kendala pembinaan, baik untuk atlet reguler maupun disabilitas, dapat dicarikan jalan keluarnya secara kolaboratif. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, daya saing dan prestasi atlet Balangan diyakini akan semakin bersinar di masa mendatang.

